Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Kamis, 01 Desember 2011

NABI NUH A.S


NABI NUH A.S

Nama Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tapi dari bahasa Syria yang artinya “bersyukur”.
Nabi Nuh adalah nabi ke 4 setelah Adam, Syits, dan Idris. Ia merupakan keturunan ke 9 dari Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.
Nabi Nuh diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah 120 tahun. Dia mengarungi banjir ketika berumur 600 tahun, setelah banjir ia hidup 50 tahun.

Dakwah Nabi Nuh
Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah menyekutukan-Nya, dan mengajak mereka menyembah Allah semata dan menghentikan pembangkangan mereka. Dalam Surat Al Mu’mi-nuun, perkembangan peristiwa itu dilukiskan sebagai berikut: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu.
Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu.”
Nuh berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendusta-kanku.” (QS. Al Mu’minuun, 23: 23-26)

Peringatan Allah agar Nabi Nuh Tidak Bersedih
“Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Huud, 11: 36) !


Banjir
Allah menyampaikan pada Nuh bahwa mereka yang menolak kebenaran dan melakukan kesalahan akan dihukum dengan ditenggelamkan, dan mereka yang beriman akan diselamatkan.

Pembuatan Perahu
“Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang zalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” (QS. Huud, 11: 37) !

Panjang kapal Nuh adalah 1200 kubit dan lebarnya 600 kubit dan mempunyai 3 lapisan :
o        Tingkat pertama diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan
o        Tingkat kedua ditempatkan manusia
o        Tingkat ketiga burung-burung

Pada saat hukuman datang, air dan aliran yang sangat deras muncul dan menyembur dari dalam tanah, dibarengi dengan hujan yang sangat lebat, menyebabkan banjir dahsyat. Allah memerintahkan kepada Nuh untuk “menaikkan ke atas perahu pasangan-pasangan dari setiap jenis, jantan dan betina, serta keluarganya, kecuali mereka yang menentang apa yang telah dinyatakan wahyu”. Seluruh manusia di daratan tersebut ditenggelamkan, termasuk “anak laki-laki”
Nabi Nuh yang semula berpikir bahwa dia bisa selamat dengan berlindung ke gunung terdekat. Semuanya tenggelam kecuali yang naik ke perahu bersama Nabi Nuh. Ketika air surut di akhir banjir, dan “kejadian telah berakhir”, perahu terdampar di Judi, yaitu sebuah tempat yang tinggi, sebagaimana yang diinformasikan Al Quran kepada kita.

Bentuk Fisik dari Banjir yang Terjadi
“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku.” (QS. Al Qamar, 54: 11-13) !
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” (QS. Huud, 11: 40-42)

Terdamparnya Perahu di Tempat yang Tinggi
“Dan difirmankan: “Hai bumi tahanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: ‘Binasa-lah orang-orang yang zalim’.” (QS. Huud, 11: 44) !

Wasiat Terakhir Nabi Nuh
Ketika usia semakin lanjut dan kematian telah di ambang pintu Nabi Nuh berpesan kepada salah seorang, anaknya, dalam wasiat terakhir beliau di ceritakan oleh Nabi Muhammad  hadistnya dari ‘Abdulloh bin ‘Amr
“Sesungguhnya Rosululloh   ketika menjelang wafatnya, beliau berkata kepada Nabiyulloh Nuh  anaknya : “Aku hendak menyampaikan sebuah wasiat kepadamu, aku memerintahkanmu dengan dua perkara dan aku melarangmu dari dua perkara. Aku memerintahkanmu dengan laa ilaa-ha illalloh, karena langit yang tujuh dan bumi dan tujuh seandainya diletakkan di salah satu sisi timbangan dan laa ilaaha illalloh diletakkan di sisi timba-ngan yang lainnya pasti akan lebih berat laa ilaaha illalloh, dan seandainya la-ngit yang tujuh dan bumi yang tujuh berupa gelang yang terpisah pasti akan dapat disambungkan oleh laa ilaaha illalloh. Dan ( aku memerintahkanmu de-ngan ) subhaanallohi wabihamdihi, karena ia adalah sholatnya segala sesu atu, dan dengannya makhluk-Nya akan diberi rejeki. Aku melarang kalian dari Syirik dan Sombong !”
Aku ( yaitu ‘Abdulloh bin ‘Amr ) bertanya atau ada yang bertanya : “Wahai Rosululloh, syirik ini kami sudah mengetahui, namun apa maksud dari som-bong ? Apakah orang yang memakai sandal bagus dengan tali sandalnya yang juga bagus ?” Rosul menjawab : “Bukan.” Ada yang bertanya : “Apa-kah orang yang memiliki perhiasan lalu ia memakainya ?” Rosul menjawab : “Bukan.” Ada yang bertanya lagi : “Apakah orang yang memiliki teman-te-man yang dia biasa duduk-duduk dengannya ?” Rosul menjawab : “Bukan.” Lalu ditanyakan : “Wahai Rosululoh, apakah sombong itu ?” Rosululloh menjawab : “Membodohkan kebenaran dan meremehkan manusia.”

Wasiat Kepada Anaknya
         1. Kalimat Tauhid
         2. Kalimat Tasbih
         3. Melarang dari perbuatan syirik yaitu menyekutukan Alloh
         4. Melarang dari sifat Sombong

wafat dalam usia 1780 tahun



Penemuan Kapal Nabi Nuh
Umat Nabi Nuh A.S yang ditenggelamkan oleh Allah SWT karena kedurhakaannya seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an, sudah menemukan pembuktian kebenarannya secara ilmiah. Sejak tahun 1949, sudah ditemukan lokasinya dan kemudian dilakukan penggalian oleh penelitian tim antropolog yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt di Turki sejak tahun 1977. Ini adalah sebagian foto-fotonya.

Awal Penemuan



Pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS di tahun 1949 tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)


Kemudian, awal tahun 1960, berita dalam Life Magazine: Pesawat Tentara Nasional Turki menangkap sebuah benda mirip perahu di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang diduga perahu Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark)


Foto-foto tahun 1999-2000


Peta Lokasi Perahu Nabi Nuh AS


Perahu Nabi Nuh di atas Gunung Ararat



Sekian,, Semoga bermanfaat


0 komentar:

Pasang emoticon dibawah ini dengan mencantumkan kode di samping kanan gambar.

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q:

Posting Komentar