- Aetilogi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sebab-sebab penyakit.
- Akacologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang tungo dan caplak.
- Ammalia adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang organisme heterotrof(jamur)
- Anatomi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari bentuk dan susunan organ-organ tubuh suatu organisme.
- Anthropologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang manusia.
- Artologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang perkembangan tulang / sendi.
- Avtekologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan 1 jenis dengan lingkungannya.
- Bakteriologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari bakteri dan seluk beluknya.
- Bioteknologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang penggunaan proses bilogi untuk menghasilkan barang / jasa.
- Botani adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan dan seluk beluknya.
Jumat, 16 September 2011
Cabang-Cabang Ilmu Biologi
Label:
..Biologi,
Cabang Imu Biologi
Curug Malela

MENJELAJAH Cekungan Bandung dengan gunung-gunung di sekelilingnya memang tidak ada habis-habisnya. Satu objek terkunjungi, objek lain sudah gugupay mengundang untuk datang. Banyak lokasi wisata air terjun di sekitar Bandung sudah dikunjungi dan Curug Malela mengundang kepenasaran untuk menyambanginya.
Curug Malela berada di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, berbatasan dengan Kabupaten Cianjur di barat laut Bandung. GPS menunjukkan posisi koordinat S07*00’38.1″ E107*12’22.0″ di atas batu tempat memandang keindahan curug itu. Seperti ditulis di banyak situs blog pribadi, situs pariwisata, atau situs resmi Perhutani, maupun Pemkab Bandung Barat, air terjun ini memang mengagumkan.
Label:
..wisata,
curug malela
Ngaran Kekembangan
kembang awi = eumbreuk
kembang bako = bosongot
kembang bawang = ulated
kembang bolang = ancal
kembang boled = tela
kembang cabe = bolotot
kembang cau = jantung
kembang cengek = pencenges
kembang cikur = jelengut
kembang eurih = ancul
kembang gedang = ingwang
kembang genjer = gelenye
kembang hoe = bubuay
kembang honje = combrang
kembang jaat = jalinger
kembang jambe = mayang
kembang jambu aer = lenyap
kembang jarak = uing
kembang jengkol = merekenyenyen
kembang jeruk = angkruk/angkes
kembang jotang = puntung
kembang kadu = olohok
Label:
..sunda,
ngaran kekembangan
Koneksi Otak Melemah Ketika Tidur
Sebagian besar orang berdasar pengalamannya menyadari bahwa otak tidak dapat menyerap informasi lagi ketika terbangun sampai larut malam atau dalam waktu yang lama. Dan tidur selama beberapa jam akan menyegarkan otak kembali.
Penelitian baru oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat University of Wisconsin mengklarifikasi fenomena ini, mendukung gagasan bahwa tidur memainkan peran penting pada kemampuan otak dalam beradaptasi terhadap lingkungan. Kemampuan tersebut diebut plastisitas yang merupakan inti penelitian mereka.
Seperti yang dilaporkan pada versi online Nature Neuroscience, terbitan 20 Januari 2008, peneliti dari UW-Madison menunjukkan beberapa bukti bahwa sinapsis (sel saraf yang berhubungan dengan plastisitas otak) sangat kuat ketika tikus terbangun dan lemah ketika mereka tidur.
Penemuan baru ini menegaskan hipotesa dari peneliti UW-Madison tentang peranan dari tidur. Mereka percaya bahwa ketika manusia tidur sinapsis memperkecil diri dan bersiap untuk hari yang baru dan masa belajar dan penguatan sinapsis berikutnya.
Otak manusia menghabiskan 80 persen energinya pada aktivitas sinaptik, dengan secara konstan menambah dan memperkuat koneksi untuk merespon semua jenis rangsangan, seperti dijelaskan oleh Chiara Cirelli, kepala penelitian yang juga professor psikiatri.
Penelitian baru oleh Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat University of Wisconsin mengklarifikasi fenomena ini, mendukung gagasan bahwa tidur memainkan peran penting pada kemampuan otak dalam beradaptasi terhadap lingkungan. Kemampuan tersebut diebut plastisitas yang merupakan inti penelitian mereka.
Seperti yang dilaporkan pada versi online Nature Neuroscience, terbitan 20 Januari 2008, peneliti dari UW-Madison menunjukkan beberapa bukti bahwa sinapsis (sel saraf yang berhubungan dengan plastisitas otak) sangat kuat ketika tikus terbangun dan lemah ketika mereka tidur.
Penemuan baru ini menegaskan hipotesa dari peneliti UW-Madison tentang peranan dari tidur. Mereka percaya bahwa ketika manusia tidur sinapsis memperkecil diri dan bersiap untuk hari yang baru dan masa belajar dan penguatan sinapsis berikutnya.
Otak manusia menghabiskan 80 persen energinya pada aktivitas sinaptik, dengan secara konstan menambah dan memperkuat koneksi untuk merespon semua jenis rangsangan, seperti dijelaskan oleh Chiara Cirelli, kepala penelitian yang juga professor psikiatri.

