NABI NUH A.S
Nama Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tapi dari bahasa Syria yang artinya “bersyukur”.
Nabi Nuh adalah nabi ke 4 setelah Adam, Syits, dan Idris. Ia merupakan keturunan ke 9 dari Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.
Nabi Nuh diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah 120 tahun. Dia mengarungi banjir ketika berumur 600 tahun, setelah banjir ia hidup 50 tahun.
Dakwah Nabi Nuh
Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah menyekutukan-Nya, dan mengajak mereka menyembah Allah semata dan menghentikan pembangkangan mereka. Dalam Surat Al Mu’mi-nuun, perkembangan peristiwa itu dilukiskan sebagai berikut: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu.
Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu.”
Nuh berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendusta-kanku.” (QS. Al Mu’minuun, 23: 23-26)
Peringatan Allah agar Nabi Nuh Tidak Bersedih
“Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Huud, 11: 36) !


